Tampil Beda dari yang lain, Hadroh Badruttamam Tampil di Peringatan Maulid Nabi
Tampil Beda dari yang lain, Hadroh Badruttamam Tampil di Peringatan Maulid Nabi

nuprobolinggo.or.id -Pesantren Nurul Huda menggelar Haflatul Imtihan yang ke-34 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Halaman madrasah setempat. Senin (10/10/22)


Uniknya dalam acara ini, Hadroh Badruttamam ikut serta memeriahkan acara maulid Nabi. Hadroh Badruttamam ini merupakan Hadroh yang beda dari yang lain.


Jika Hadroh biasanya hanya mengandalkan rebana dan vokalis, namun Hadroh Badruttamam ini tak jauh beda dengan Ikatan Seni Hadroh Indonesia (Ishari).


Muhammad Hofil salah satu anggota Hadroh mengungkapkan, bahwa adanya Hadroh Badruttamam ini tujuannya adalah untuk Melestarikan budaya kesenian islami.


Selain itu sebagai ajang silaturahmi antara sesama alumni Madrasah Diniyah Nurul Huda Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo.


Karena yang kita ketahui saat ini, banyak Hadroh yang sudah modern. Namun Hadroh Badruttamam tetap bertahan dengan khasnya ditengah gempuran modernisasi dan budaya digital.


Diketahui Hadroh Badruttamam ini berdiri sejak tahun 1990-an yang di pelopori oleh Almarhum ustad Munikrah. Pasalnya Hadroh Badruttamam ini, tidak serancak Al Banjari dan tari Saman Aceh. Melainkan persamaannya sama-sama diiringi sholawat pujian kepada Nabi Muhammad SAW.


Menurut M. Rofi'a selaku pengasuh pesantren Nurul Huda sekaligus ketua Jam'iyyah Hadroh Badruttamam menyampaikan bahwa Hadroh Badruttamam adalah sakral yang tidak bisa diimbuhi dengan unsur intertaiment.


"Pelafalan bacaan shalawatnya harus menggunakan nada cengkok suara yang khas, pukulan rebananya juga sulit dimodifikasi agar lebih rancak dan meriah sehingga bisa lebih enak didengar" kata Ustad Rofi'a.


Bahkan gerakan tarian radadnya sangat khas. Dengan anggukan kepala, tangan dan gerakan badannya telah baku yang mengilustrasikan penulisan lafadh Allah dan Muhammad.