LBMNU Tongas Asah Pemikiran dengan Kajian Kitab Kuning
LBMNU Tongas Asah Pemikiran dengan Kajian Kitab Kuning

nuprobolinggo.or.id - TONGAS- Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, rutin menggelar diskusi (syawir) Kitab Fathul Qorib. Syawir digelar sebagai ajang silaturrahim dan mengasah pemikiran fiqh.


Syawir digelar setiap Malam Minggu di Musala Madin Roudlotur Rohman, Desa Tongas Wetan. Dihadiri pengurus LBM, lembaga di MWC Tongas, dan sebagian anggota Banser.

Sabtu (24/10/2021) malam, syawir dipandu Ketua LBM Tongas, Kiai Suadi, yang memimpin jalannya acara dengan membacakan redaksi dari kitab tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan uraian kata bahasa lokal, atau yang di kenal dengan bahasa murod oleh sebagian pesantren oleh Ustadz Ja'far Maulana, Wakil Sekretaris LBM Tongas.

Wakil Katib MWCNU Tongas, Utsman Zaini menuturkan, rutinan syawir ini agar terus di laksanakan setiap malam minggu sebagai ajang silaturrahmi dan pengasahan pikiran tentang hukum-hukum yang ada dalam kitab fiqih.

Gus utsman berharap generasi-generasi selanjutnya meneruskan kegiatan ini, khususnya bagi alumni pesantren.

"Kegiatan ini berjalan lancar karena semua anggota begitu antusias dalam bermusyawarah. Jangan sampai kegiatan ini putus di tengah-tengah jalan karena kurangnya semangat dalam mengkaji kutubus salaf. Kalau bisa sampai hatam ke jenjang Fathul Wahhab," tutur Gus Utsman.

Meskipun usainya tengah malam, acara ini tetap digemari berbagai kalangan dari beberapa desa di Kecamatan Tongas.

Ada yang dari Desa Bayeman, Curah Tulis, Tongas Kulon, dan juga desa lain. Profesinya pun beragam. Mulai dari pedagang sayur, pedagang burung, petani, buruh dan lain-lain.

Ulil Azmi, salah satu pedagang sayur keliling asal Desa Curah Tulis adalah salah satu sosok yang begitu giat dalam mengikuti syawir ini. Meskipun desanya terbilang agak jauh dari lokasi syawir, ia selalu bersemangat dalam bermusyawarah.

Ulil menuturkan bahwa kegiatan ini sangat membantu khususnya bagi kalangan alumni pesantren untuk memperluas wawasan dalam kitab - kitab fiqih.

"Acara seperti ini sebenarnya yang digemari para alumni. Selain bisa ngopi bareng acara seperti ini juga bisa menghilangkan rasa suntuk karena banyak dari rekan yang humoris," ujarnya. (Achmad Najib)