Ekonomi Bukan Hanya Bekal dalam Beramal, Tapi juga Media Dakwah
Ekonomi Bukan Hanya Bekal dalam Beramal, Tapi juga Media Dakwah

nuprobolinggo.or.id - Itu adalah petikan arahan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh Zuhri Zaini, dalam acara Halal Bihalal dan Pengukuhan Pengurus P4NJ Probolinggo Timur, Minggu (20/6/2021) di Pondok Kelor, Paiton.


Kiai Zuhri menjelaskan, santri memiliki dua tugas dan misi. Yaitu ibadah, dan khidmah atau pengabdian berupa dakwah.

Dua tugas tersebut perlu dilakukan bersama-sama atau berjamaah. Apalagi manusia merupakan makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri-sendiri.

Dalam jamaah, perlu peraturan sebagaimana hadits: kebaikan yang dilakukan tanpa teratur akan kalah oleh kebatilan yang dilakukan secara teratur. Karena itu di pesantren, muncul prinsip kesadaran berorganisasi.

Kiai Zuhri mengibaratkan kehidupan bersama dengan shalat jamaah. Dalam shalat berjamaah, bisa jadi ada jamaah yang tidak khusyuk. Tapi bila yang lain khusyuk--apalagi imamnya juga khusyuk, maka bisa diterima semua.

"Itulah fadilah berjamaah. Bisa saling dukung satu sama lain. Apalagi dalam urusan bersama yang lebih besar," terangnya.

Selain tugas atau kewajiban, manusia juga punya kebutuhan. Orang tak bisa beramal dalam kondisi lapar. Itulah menurut Kiai Zuhri, yang melatari kesunnahan takjil ketika berpuasa.

"Artinya, untuk mendapatkan ketenangan dalam beribadah, perlu pemenuhan kebutuhan. Ekonomi dan lain-lain," terangnya.

Dalam agama, baik/buruknya makanan sebagai sumber energi, akan mempengaruhi pada baik/buruknya amal atau perbuatan manusia.

"Maka dalam ekonomi, ada misi dakwah. Apalagi ini ekonomi syariah," ujar Kiai yang produktif menulis ini.  Ekonomi, lanjutnya, bukan hanya bekal dalam beramal. Tapi juga media dakwah dalam arti luas.

Ketika kekuatan ekonomi global sudah masuk seperti saat ini, usaha ekonomi tak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sebab ketika ekonomi bebas berjalan, kekuatan yang tak bisa bersainh akan mati.

"Dari sisi pengalaman dan kemampuan teknis kita mungkin kalah. Tapi kita punya massa yang banyak, punya teman yang banyak. Kalau terhimpun dengan baik, akan jadi kekuatan produsen dan pasar yang kuat," terangnya.

KH. Moh Zuhri Zaini mengajak untuk sama-sama belajar dan berjuang secara profesional. Bukan hanya dalam dakwah dan pendidikan, tapi juga dalam ekonomi. (*)